Digital Detox 2025: Saat Generasi Online Mulai Belajar Lepas dari Layar

Di tengah derasnya arus informasi, masyarakat modern menghadapi fenomena kelelahan informasi.

Istirahat dari layar gadget menjadi solusi populer.

Secara sederhana, digital detox adalah periode seseorang menjauh dari perangkat digital.

Fokusnya pada bagaimana teknologi bisa dipakai secara sehat dan sadar.

Psikolog menilai tren ini muncul karena tekanan hidup digital yang terus meningkat.

“Setiap hari kita terpapar ribuan stimulus visual dan emosional,” terang dr. Nirmala Dewi, saat diwawancarai media gaya hidup.

Komunitas mindful living di berbagai kota mulai menyediakan program digital detox terstruktur.

Program ini mencakup aktivitas seperti yoga, meditasi, journaling, dan waktu hening tanpa layar.

Tujuannya untuk membantu orang reconnect dengan diri sendiri.

Gaya hidup sadar dan seimbang menjadi pelengkap ideal bagi digital detox.

Prinsipnya sederhana: hadir sepenuhnya dalam apa pun yang sedang dikerjakan.

Menurut survei global 2025, pekerja kantoran yang menerapkan mindful breaks merasa lebih bahagia dan produktif.

Tren ini juga meningkat di Indonesia.

Praktisi mindfulness mengajak publik menjadikan digital detox bagian dari rutinitas.

“Lakukan ‘Screen-Free Sunday’ sebulan sekali,” saran psikolog mindful living.

Dengan dorongan dari komunitas digital positif, digital detox bukan lagi tren sesaat.

Koneksi sejati dimulai ketika kita bisa hadir tanpa layar.

Leave a Comment